PEMBANGUNAN TALUD JALAN USAHA TANI DESA METENGGENG TAHUN 2017

Desa Metenggeng, Senin 23 Oktober 2017

Untuk kali kedua Pemerintah Desa Metenggeng membangun Talud Jalan Usaha Tani yang dibangun secara swakelola bersumber dari Dana Desa tahun 2017, pembangunan tersebut merupakan salah satu realisasi  dari Rencana Kegiatan Pembangunan Desa tahun 2017.

Saat musim panen tiba para petani desa Metenggeng selalu terkendala akses jalan yang belum memadai, kerap kali mereka bersusah payah melalui jalan yang sempit dalam mengakut hasil panen maupun mengangkut pupuk. Dengan demikian Pemerintah Desa Metenggeng membangun Talud Jalan Usaha Tani yang bertujuan  memudahkan para Petani untuk mengangkut pupuk dan hasil pertanian saat musim panen tiba, selain itu juga Talud berfungsi sebagai penahan badan jalan dari kerusakan pada musim hujan tiba.

 

Ada Usulan Orkes Dangdut Di Musdes Metenggeng

METENGGENG- Pemerintah Desa Metenggeng dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Metenggeng, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Tahun 2018 di aula balai desa setempat, Sabtu, 12 Agustus 2017. Musdes tersebut dalam rangka merencanakan pembangunan yang akan dilaksanakan di tahun depan.

Ketua BPD Desa Metenggeng, Karso mengatakan, sebelum dilakukan Musdes, pihaknya terlebih dahulu melaksanakan musyawarah dusun (Musdus) di empat dusun mulai tanggal 2-9 Agustus 2017 untuk menggali gagasan dan usulan pembangunan di tiap-tiap dusun. Hasilnya direkap dan dibawa ke Musdes.

“Harapannya, nanti pelaksanaan pembangunan tahun depan bisa terencana, terarah dan dapat dilaksanakan dengan maksimal,” katanya.

Kepala Desa Metenggeng, Karpin mengatakan, Musdes ini merupakan penjabaran dari Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pembangunan Desa dan Perbup Nomor 62 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) serta Pelaksanaan Pembangunan Desa Di Kabupaten Purbalingga.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Bojongsari, Erlin Saptantin, SE dalam sambutannya berharap dengan adanya Musdes, seluruh usulan pembangunan masyarakat bisa terkover di APBDes 2018 sesuai dengan skala prioritas.

Sebelum diskusi, terlebih dahulu dipaparkan tentang Pagu Indikatif dan Rekapitulasi Usulan Musdus. Setelah itu, peserta Musdes dikelompokkan menjadi empat kelompok bidang belanja APBDes yaitu Bidang Pemerintahan Desa, Bidang Pembangunan, Bidang Pemberdayaan dan Bidang Pembinaan Kemasyarakatan. Tiap kelompok kemudian berdikusi menggali usulan kemudian dipaparkan di hadapan seluruh peserta Musdes.

Ada yang menarik pada Musdes tersebut. Salah satu peserta mengusulkan agar desa menyediakan peralatan orkes dangdut. Ada pula peserta yang kebingungan dengan istilah LS yang ternyata singkatan dari kata lungsum. Di bidang pembangunan, para peserta berebut agar pembangunan fisik dilaksanakan di masing-masing wilayah menjadi prioritas. Di bidang pemberdayaan ada yang meminta bantuan mesin jahit tapi tidak mau untuk kelompok, mintanya untuk pribadi. Tentu saja hal itu ditanggapi oleh peserta lain untuk meminta ke bank.

Ketua Panitia Musdes Perencanaan Pembangunan Desa Metenggeng Tahun 2018, Budiarto mengatakan, setelah Musdes dilaksanakan, kemudian dilakukan pembentukkan Tim Penyusun RKPDes yang nantinya akan menyusun dokumen RKPDes tahun 2018. (lil)

Pembangunan Drainase Desa Metenggeng

Selasa , ( 25/ 7 ) Dusun 1 Rt 002/ 001 desa metenggeng sedang melakukan proses pembangunan drainase sepanjang 18 m yang berada dijalan raya rt 002/ 001 sedangkan drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan infrastruktur  khususnya.

Drainase juga dapat diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan sanilitas, dimana drainase merupakan salah satu cara pembuangan kelebihan air. Dari sudut pandang  yang lain, drainase adalah  salah satu unsur dari prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat dalam rangka menuju kehidupan yang aman, nyaman, bersih dan sehat.

Fungsi drainase :

  • Untuk mengurangi kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan dengan optimal.
  • Sebagai pengendali air kepermukaan dengan tindakan untuk memperbaikai daerah becek, genangan air/banjir.
  • Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada.
  • Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir.

Dengan adanya drainase diharapkan masyarakat bisa hidup lebih sehat, nyaman dan aman terhindar dari bencana banjir.

KEGIATAN BBGRM DUSUN 1 DESA METENGGENG TAHUN 2017

 

Hari minggu tanggal 23 Juli 2017, warga dusun 01 rt 003/ 002 desa Metenggeng telah melaksanakan kegiatan BBGRM dimana tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menumbuhkan rasa gotong royong supaya tetap terjaga selain itu peran aktif masyarakat dalam pembangunan yang berlandaskan keswadayaan sebagai sistem nilai sosial budaya yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat kita, agar masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab dalam melaksanakan,memanfaatkan serta melestarikan semangat dan jiwa gotongroyong yang telah mulai luntur dalam dinamika masyarakat yang modern.

Rencana Pembuatan Jalan Usaha Tani Tahun 2017

          

Ditahun 2017 ini pemerintah desa metenggeng akan membuat jalan usaha tani, yang sebelumnya juga sudah membuat jalan usaha tani di lingkar gumuk.

Untuk tahun ini lokasi yang akan dibuat adalah di blok Seduda, tujuan dari pembuatan jalan usaha tani adalah untuk mempermudah akses jalan para petani di desa metenggeng sehingga para petani bisa dengan mudah mengangkut hasil panen.

Kami berharap dengan adanya jalan usaha tani petani desa metenggeng tidak mengeluh lagi tentang kesulitan untuk akses jalan maupun pengangkutan hasil panen.

PELATIHAN STANDARD MUTU HASIL PERKEBUNAN

Di desa Metenggeng telah diadakan Pelatihan Standard Mutu Hasil Perkebunan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 19 s/d 20 April 2017 dimana para peserta pelatihan adalah para penderes, kebanyakan didesa Metenggeng perkebunannya banyak ditanami pohon kelapa, tujuan dari pelatihan itu sendiri adalah untuk meningkatkan mutu hasil dari perkebunan, para penderes biasanya mengambil nira pada pagi hari, setelah itu nira dimasak kurang lebih selama 6-8 jam sampai berwarna coklat dan kental sehingga mudah untuk dicetak atau dibuat gula serbuk/gula kristal. Pada saat gula merah harganya turun para penderes membuat gula serbuk/ gula kristal karena harganya yang lebih mahal.

Kegiatan API ( Agen Perubahan Informatika )

Hari ini tanggal 28 Maret 2017, yang lain libur kerja tapi para relawan API atau Agen Perubahan Informatika tetap semangat mengikuti kegiatan Juguran rutin yang sebelumnya diadakan didesa Karangtalun pada tanggal 04 Februari 2017, untuk pertemuan kali ini dilaksanakan di desa Karangcegak Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga, kegiatan Juguran telah berlangsung 5 kali pertemuan, kita banyak membahas tentang kabar desa Masing-masing atau kendala yang dihadapi para agen informatika. Selain itu juga penggunaan website dapat digunakan untuk memperkenalkan apa saja potensi yang ada didesa atau bagaimana kita mempromosikan hasil desa sehingga kita dapat dengan mudah memasarkan hasil desa tersebut, namun sampai saat ini masih banyak kendala yang dihadapi para Agen Perubahan Informatika salah satunya adalah masyarakat luas masih banyak yang belum mengenal website,disinilah para Agen harus bisa memperkenalkan apa itu website? dan bagaimana penggunaan website itu? disitulah tantangan Agen Perubahan Informatika.